Kontroversi Konser Lady Gaga Di Indonesia

Berita apa yang lagi heboh akhir-akhir ini? Setahu saya, sih, tragedi Sukhoi Super Jet 100 dan kontroversi konser Lady Gaga di Indonesia. Hmm.. Saya nggak terlalu paham sama kecelakaan SSJ 100, jadi saya akan bahas kontoversi konser Lady Gaga saja. Tenang saja, ini hanya opini saya sebagai anak muda (yang tentunya lebih open minded), masyarakat, dan bukan penggemar berat Lady Gaga.

Coba Anda buka google dan ketikkan keyword “berita lady gaga”, banyak sekali berita soal konser lady gaga yang terancam batal ini. Dan ketika saya membuka salah satu situs berita tsb dan membaca komentar-komentar yang ada di situ, saya cukup kaget dan geleng-geleng kepala. Lucu rasanya jika komen-komen negatif yang ditujukan kepada lady gaga itu atas nama MORAL dan BUDAYA bangsa.

Ini sudah abad 21, Guys. Sudah zamannya internet, dunia maya, facebook, twitter. Jangan lagi berpikiran sempit. Sekali-sekali cobalah melihat dari sudut pandang yang lain, hasilnya pasti berbeda. Pakaian Lady Gaga terlalu ‘terbuka’? Bukan masalah, asalkan dia tidak bugil saja sudah bagus. Lady Gaga memuja setan? Lantas? Katanya beriman, kalo beriman ya tidak perlu takut terpengaruh, dong. Lady Gaga waria? Urusan dia, apa hubungannya dengan kita. Orang tuanya saja tidak mempermasalahkan, kenapa kita yang bukan siapa-siapanya dia malah ribut-ribut sendiri. Hargai HAM. Dia mau menjadi wanita atau waria sekalipun itu hak dia. Hidup juga hidup dia.

Mungkin saya cenderung membela Lady Gaga, walaupun saya mengaku bukan fans beratnya. Saya hanya mencoba membuka pikiran saya terhadap kasus ini.

Kemarin saya sempat melihat tulisan di internet, “Konser Lady Gaga, Konser Setan”. Ya ampun!!!! Konser setan? Secara logika aja, tanpa Gaga konser di Indonesia, Indonesia sudah banyak setan. Ya pocong, ya kuntilanak, ya tuyul, ya koruptor, ya teroris. Kadang saya nggak habis pikir dengan cara berpikir orang-orang itu.

Masalah moral bangsa. Saya bahkan sampai harus membuka KBBI untuk mencari arti kata MORAL.

“MORAL : AJARAN TENTANG BAIK BURUK YANG DITERIMA UMUM MENGENAI PERBUATAN, SIKAP, KEWAJIBAN,DSB; AKHLAK; BUDI PEKERTI; SUSILA.”

Sekarang juga moral bangsa sudah bobrok! Bukan mau menjelekkan bangsa sendiri, itu faktanya. Dimana moral ketika seks bebas bahkan sudah merajalela di negeri ini? Jangan salahkan globalisasi! Itu karena memang moralnya sudah bobrok! Dimana moral ketika seorang nenek dihukum penjara karena kelaparan dan mencuri 1 atau 2 buah kakao? Dimana moral ketika seorang koruptor bertriliun-triliun rupiah dihukum penjara tidak sampai 8 tahun? Moral seperti hanya tinggal kata. Tak berarti.

Budaya bangsa? Apakah dengan Lady Gaga konser di Indonesia lantas budaya bangsa kita akan berubah dengan sekejap? Budaya bangsa itu kita yang mengatur, kita yang melestarikan, bukan diatur oleh penyanyi luar negeri yang datang konser ke negara kita!

Tahukah mereka yang menjadikan Konser Lady Gaga ini sebuah kontroversi bahwa media dunia, berita dunia, menyorot masalah ini? Tahukah mereka bahwa mereka membuat dunia berpandangan buruk kepada bangsa kita, bangsa Indonesia?

Sudah bagus penyanyi hebat mau datang dan konser di Indonesia, tapi malah menyudutkan penyanyi tsb. Berterima kasih kek karena mereka mau datang, konser di Indonesia, juga secara tidak langsung mempromosikan Indonesia (yang katanya orang-orang Indonesia ramah dan bersahabat) di mata dunia.

Itulah mengapa saya katakan lucu adalah ketika orang-orang itu menyebut mereka “bermoral”(pada kenyataannya belum tentu) dan menuduh yang lain pembawa aliran sesat(ini juga belum pasti, hanya dugaan).

Tidak ada yang boleh menghakimi seseorang kecuali TUHAN, menurut saya.

Lagipula, kalau mau menuduh itu ya tolong sertakan bukti. Jangan hanya pintar menuduh dan memfitnah.

Mari saya ajak teman-teman di sini untuk membuka pikiran, tetap berpegang pada pendirian, setia kepada yang benar.

Berikut saya ingin mencantumkan beberapa berita mengenai KONSER LADY GAGA DI INDONESIA:

Kenapa Konser Lady Gaga Resmi Dibatalkan

Konser Lady Gaga di Jakarta batal. Polisi mendapat tekanan?

VIVAnews – Penggemar Lady Gaga harus bersiap menelan rasa kecewa. Hingga Selasa, 15 Mei 2012, Mabes Polri belum mau mengeluarkan izin konser bertajuk “The Born This Way Ball” tersebut yang rencananya akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, pada 3 Juni 2012 mendatang.

Belum dikeluarkannya izin konser oleh polisi bukan karena alasan yang sepele. Banyak pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak terkait rencana konser itu. Terutama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai lembaga yang mewadahi ulama dan cendikiawan Islam di Indonesia.

“Mabes Polri belum memberikan izin terhadap rencana konser Lady Gaga. Polda Metro Jaya selaku penanggung jawab wilayah Jakarta tidak memberikan rekomendasi untuk melaksanakan konser di Jakarta,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, dalam konfrensi pers di Gedung PTIK, Selasa 15 Mei 2012.

Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia, serta Forum Umat Islam (FUI) bahkan telah mengajukan penolakan atas konser penyanyi asal Amerika Serikat itu kepada Persiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bila konser Lady Gaga benar-benar dibatalkan, maka ini akan jadi konser pertama artis luar negeri yang tidak mendapat rekomendasi dari kepolisian.

Surat permohonan penolakan itu telah ditanggapi  Sekretariat Negera yang dilanjutkan kepada Polda Metro Jaya. Isi suratnya meminta polisi mempertimbangkan pelaksanaan konser penyanyi wanita yang memiliki nama asli Joanne Stefani Germanotta itu. Intinya, polisi diminta agar mengeluarkan kebijakan agar suasana Ibukota tetap kondusif.

Akhirnya, demi mempertimbangkan masalah keamanan, Polda Metro Jaya selaku penguasa kepolisian di wilayah Jakarta, tidak memberikan rekomendasi atas pelaksanaan konser itu. Melalui Kepala Bidang Humas, Komisaris Besar Rikwanto, Polda telah resmi menyatakan untuk membatalkan konser Lady Gaga.

Pihak penyelenggara bahkan sudah diminta untuk mengurus dengan baik pengembalian tiket konser Gaga. Dalam waktu dekat, akan dikoordinasikan dengan Event Organizer selaku penyelenggara acara konser. Sejumlah alternatif tempat untuk pengembalian tiket sudah disiapkan.

Sementara itu, terkait dengan usulan pemindahan lokasi seperti Bali, Rikwanto memungkinkan bahwa pelaksanaan konser bisa saja digelar di kota itu. Tapi, meski Lady Gaga nantinya akan memakai pakaian yang normal saat konser di Jakarta, tetap saja bukan faktor penampilan yang menjadi alasan dibatalkannya konser itu, tetapi dilihat secara keseluruhannya.

Beberapa acuan yang menjadi pertimbangan Polda Metro Jaya untuk menerbitkan rekomendasi penolakan konser Lady Gaga, di antaranya:

Pertama, masukan dari berbagai pihak yakni MUI, yang mengatakan untuk atraksi Lady Gaga di panggung dan foto tidak pantas ditonton banyak orang, busananya terlalu sexy, mengumbar aurat, merangsang, sehingga MUI mengharamkan menonton konser tersebut.

Kedua, beberapa fraksi di DPR menyampaikan bahwa konser terlalu vulgar, implikasinya tidak bagus, dan tidak mendidik sehingga tidak memungkinkan konser digelar di Indonesia.

Ketiga, masukan dari FUI, supaya tidak digelar karena kaitannya dengan masalah mengumbar syahwat dalam arti penampilannya.

Keempat, Lembaga Adat Besar Republik Indonesia mengatakan, perilaku Lady Gaga tidak memiliki atau tidak sesuai dengan adat ketimuran. Budaya seperti itu tidak cocok masuk ke Indonesia.

Bukan hanya MUI yang telah menyatakan bahwa konser penyanyi eksentrik Lady Gaga haram. Front Pembela Islam (FPI) sudah lebih dulu menolak dan menyatakan bahwa penyanyi rock wanita itu selalu membuka aurat setiap konser. Tak hanya hanya mengumbar aurat, FPI menolak konser Lady Gaga karena aliran musik penyanyi wanita itu merupakan aliran sesat penyembah setan.

“Lady Gaga merusak moral dan tidak pantas untuk tampil di Indonesia. FPI tegas, sama seperti MUI dan Mabes Polri. Itu aliran sesat, musiknya penyembah setan,” kata Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta, Habib Salim Alatas.

Habib Salim atau yang biasa dipanggil Habib Selon, menjamin akan terjadi kerusuhan di Jakarta bila konser Lady Gaga tetap digelar. FPI bersama umat Islam akan datang ke Gelora Bung Karno untuk menghentikan konser. Guna memberikan dukungan kepada polisi, pengurus FPI dan FUI akan datang ke Mabes Polri, sekitar pukul 13.00 WIB, Rabu, 16 Mei 2012.

“Kalau terjadi konser silahkan saja, Jakarta akan rusuh. Meski FPI dibubarkan tidak masalah, tinggal dibentuk lagi, bisa Front Peduli Islam, kalau dibubarkan lagi bentuk Front Persaudaraan Islam. Pengurusnya dia-dia juga,” katanya.

Lembaga Adat Besar Republik Indonesia (LABRI) juga menentang konser Lady Gaga. Ketua LABRI, Iansyahrechza, sudah sejak lama meminta polisi agar tidak memberikan izin kepada penyelenggara konser. Karena penampilan seronok Gaga bertentangan dengan Pancasila.

Penolakan LABRI dianggap sebagai langkah penyelamatan generasi bangsa Indonesia. Dan tindakan yang mereka lakukan merupakan tindakan nyata untuk menolak serangan budaya luar.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Taufik Kiemas, ikut angkat bicara.  Ia menilai pihak kepolisian pasti sudah mempertimbangkan secara matang sehingga melarang Lady Gaga konser di Indonesia.

Menanggapi berbagai penentangan konser, promotor Big Daddy yang mendatangkan Lady Gaga, tak mau banyak berkomentar. Pihaknya tak ingin terpancing dengan kontroversi tersebut.

“Nanti saja ada waktunya akan kami kasih tahu. Untuk saat ini kami belum bisa beri komentar apapun. Biarkan suasana tenang dulu,” ujar Arif perwakilan dari promotor Big Daddy kepada VIVAnews di kantornya, di Senayan City, Jakarta Selatan.

Arif menambahkan,  pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan komunikasi dengan pihak keamanan terkait urusan izin konser Lady Gaga di Jakarta. Tapi, apakah kontroversi ini diketahui oleh manajemen Lady Gaga, Arif tak mau menjawab. Menurut Arif, meski banyak mendapat tanggapan negatif dari beberapa organisasi di Indonesia, persiapan konser Lady Gaga tak mengalami gangguan.

Ulah Sensional Lady Gaga

Terlepas dari pembatalan konser oleh pihak kepolisian, sosok Lady Gaga memang tidak pernah lepas dari aksi kontroversial yang sensasional. Karena  kerap memunculkan sensasi, popularitas Lady Gaga meningkat. Pelantun ‘Poker Face’ ini menduduki posisi pertama sebagai orang berpengaruh versi Majalah Forbes.

Apa saja yang pernah Lady Gaga lakukan?

Pertama, Lady Gaga muncul dengan busana berbahan daging di tahun 2010 pada acara MTV Video Music. Pakaian tersebut dirancang oleh Franc Fernandez dan Nichola Formichetti. Belum lama ini, penyanyi berusia 26 tahun itu terlihat lagi mengenakan gaun “daging” saat persiapan konser di Tokyo, Jepang. Berbeda dari busana yang dikenakan Gaga pada tahun 2010, gaun kali ini tidak terbuat dari daging sungguhan walau sempat membuat banyak orang kaget.

Kedua, Lady Gaga membuat kontroversi lagi dengan memunculkan lagu ‘Judas’. Dari judulnya sudah terlihat ada sedikit sentimen agama yang dibawakan, dan tentu saja pada liriknya. Lirik lagu dalam album ‘Born This Way’ ini membuat marah kelompok agama, salah satunya adalah umat Katolik.

Ketiga, Lady Gaga tampil vulgar di sebuah klub malam di Stockholm, Swedia. Saat itu, ia hanya mengenakan celana dalam hitam dan bra serta penutup jaket panjang yang kancingnya terbuka.

Keempat, Lady Gaga membuat sensasi dengan meminta tandatangan penyanyi Boy George di daerah paling pribadinya. Hal itu dilakukannya saat Lady Gaga, yang masih duduk di bangku SMA, menonton konser Boy George di New York.

Sensasi Joanne Stefani Germanotta atau yang biasa disebut Lady Gaga seakan tidak pernah berhenti. Meski demikian, penyanyi dan penulis lagu asal Amerika kelahiran New York, 20 Maret 1986 itu juga banyak memiliki sisi baik.

Pada November 2011, Gaga telah mendirikan sebuah Yayasan yang diberi nama Born This Way Foundation. Yayasan yang namanya diambil dari judul album terbaru tersebut fokus pada program pemberdayaan kaum remaja dan membantu orang-orang yang mengalami bullying (intimidasi di sekolah).

Dalam menjalankan programnya, Born This Way Foundation menggandeng John D. & Catherine T. MacArthur Foundation dan The California Endowment. Kedua yayasan atau lembaga ini sama-sama memfokuskan diri pada pemberdayaan pemuda.

Yayasan milik Gaga juga bekerjasama dengan Berkman Center for Internet & Society di Harvard University. Kerjasama keduanya lebih kepada pemanfaatan kekuatan internet sebagai alat untuk mempromosikan perubahan.

Seperti diketahui, Gaga memiliki jumlah penggemar yang cukup fantastis di dunia maya. Di situs jejaring sosial Facebook, Gaga memiliki pengemar sebanyak 44 juta dan 15 juta follower di situs mikro blogging Twitter.

Gaga juga pernah memenangkan Hero Award atas karyanya dengan komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender lewat  Trevor Project-nya  – sebuah perusahaan nirlaba yang menawarkan layanan pencegahan bunuh diri.

Gaga memang sangat gerah dengan semakin banyaknya kasus bullying (penindasan). Apalagi saat seorang bocah laki-laki korban bullying berusia 14 tahun, Rodemeyer akhirnya bunuh diri karena putus asa karena terus ditindas.  Sebelumnya, Gaga pernah menginspirasi bocah itu untuk tetap semangat hidup, namun gagal. Saat mengetahui sang bocah bunuh diri, Gaga pun marah besar.

Tak hanya sekedar concern pada masalah bullying Gaga juga tergerak hatinya  saat melihat peristiwa Tsunami di Jepang yang menelan banyak korban beberapa waktu lalu. Tak hanya sekedar diam, Gaga memiliki cara lain untuk ungkapkan rasa dukanya terhadap bencana Tsunami di Jepang. Penyanyi eksentrik ini merancang gelang yang hasil penjualannya akan didonasikan untuk korban tsunami.

Gaga menjual gelang berwarna putih dan merah dengan tulisan ‘We Pray For Japan’ dan tulisan kanji di sekeliling gelang tersebut. Gelang seharga US$5 atau setara Rp43.000 itu dipromosikan lewat Twitter.

Pelantun ‘Poker Face’ ini juga meminta kumpulan penggemarnya, yang memiliki sebutan ‘Little Monsters’ untuk membeli gelang itu dalam laman situs internet miliknya.
Dikutip dari : http://metro.vivanews.com/news/read/314071-konser-lady-gaga-resmi-dibatalkan

Inilah Persepsi Salah Masyarakat Tentang Lady GaGa

Kapanlagi.com – Setelah penolakan habis-habisan dari para pemuka agama, kini giliran Polda Metro Jay yang justru menyarankan bahwa konser Lady GaGa tidak digelar di Indonesia. Namun demikian, memang belum ada kepastian apakah konser yang akan digelar 3 Juni mendatang ini akan dibatalkan atau tidak.

Penolakan masyarakat memang bukan tanpa alasan. Banyak persepsi buruk yang memang berkembang di masyarakat soal penyanyi 26 tahun tersebut. Parahnya, persepsi yang sudah mengakar kuat ternyata tak didukung oleh bukti yang kuat. Apa saja persepsi itu?

  1. Lady GaGa Waria
    Gosip yang mengatakan bahwa wanita yang terlahir dengan nama Stefani Joanne Angelina Germanotta ini adalah waria telah berkembang sejak awal karirnya. Hal itu mungkin diperparah dengan munculnya alter ego Lady GaGa yang bernama Joe Calderone.
  • Namun demikian, munculnya alter ego jelas bukan pembuktian dalam hal ini, karena Joe Calderone sendiri hanya muncul untuk kepentingan syuting video klip dan pemotretan. Selain itu hingga kini tak ada bukti yang bisa membuktikan bahwa pelantun Born This Way ini adalah seorang lelaki.
  • Lady GaGa Pemuja Setan
    Anggapan inilah yang kemungkinan besar membuat orang berpikir seribu kali untuk menerima Lady GaGa. Dia dan sejumlah artis lain seperti Beyonce Knowles, Jay Z dan Rihanna disinyalir sebagai pengikut aliran illuminati yang sedang merencanakan untuk menguasai dunia. Kostum nyentrik GaGa pada akhirnya juga menjadi salah satu penguat bukti tersebut. Ditambah lagi, seorang petugas hotel pernah bersaksi bahwa dia menemukan banyak ceceran darah di kamar yang pernah disewa Lady GaGa.

Namun satu hal yang perlu dicatat, bukti yang kuat belum ditemukan tentang itu. Kostum unik belum tentu mengandung unsur setan, sedang soal ceceran darah, banyak yang beranggapan bahwa itu hanyalah ceceran cat yang sebelumnya digunakan GaGa dalam penampilannya.

Soal video-video yang dianggap memiliki unsur illuminati ternyata tidak disutradarai oleh GaGa, sedangkan video yang disutradarai GaGa ternyata malah tak mengandung unsur setan.

  • Lady GaGa Pemuja Wanita
    Tak hanya pemuja setan, GaGa ternyata juga dianggap sebagai orang yang menganggap wanita sebagai Tuhan. Padahal faktanya, penganut Katolik yang sempat bersekolah di Convent of the Sacred Heart ini selalu menyebut nama Tuhannya, Yesus Kristus saat menggelar konser Monster Ball tahun lalu.
  • Lady GaGa Ikon Gay
    Karena getol melakukan kampanye persamaan hak kaum lesbian, gay, transgender dan biseksual, dia pun mendapat tempat tersendiri di antara kaum tersebut. Hal itu juga diperkuat dengan pengakuan seorang remaja Inggris yang telah menjadi transgender atas dorongan Lady GaGa.

Sejatinya, GaGa hanya berusaha untuk menghargai hak sesama manusia, seperti yang diajarkan di semua agama. Sayangnya usaha Lady GaGa tersebut malah mendapat tudingan miring dari masyarakat. Dia malah dianggap sebagai icon gay!

  • Baju Daging Lady GaGa
    Selain diprotes PETA, baju daging yang dikenakan GaGa beberapa tahun silam ternyata masih menyisakan kontroversi hingga kini. Banyak orang yang beranggapan bahwa baju tersebut sangat menjijikkan, bau, dan tentunya dipenuhi belatung.
  1. Faktanya, hal itu salah besar! Baju daging yang rencananya juga akan dikenakan lagi dalam rangkaian tur Born This Way Ball tersebut ternyata terbuat dari 100% daging asli yang telah melalui proses pengawetan panjang. Tak hanya bebas belatung, baju itu juga berbau wangi. Tentunya takkan ada bintang yang mau mengenakan baju penuh belatung dan bau, kan?
  1. Lady GaGa Selalu Tampil Seksi
    Selalu tampil seksi, itulah yang mungkin dipikirkan orang tentang Lady GaGa. Faktanya hal itu tak sepenuhnya benar. GaGa juga kerap tampil di depan umum dengan gaya yang sangat sopan.

Saat tidak berada di atas panggung, GaGa juga kerap muncul dengan busana normal yang menutupi tubuhnya. Selain itu, dia pernah tampil dalam balutan yang 100% tertutup untuk penampilan di tur Born This Way Ball tahun ini.

  1. Lady GaGa Lakukan Operasi Plastik
    Beberapa orang sempat menyebut GaGa sempat melakukan operasi plastik di bagian wajah, serta memasang tanduk di wajahnya. Faktanya hal itu sama sekali salah. GaGa selalu mengajarkan fans untuk mencintai tubuh apa adanya. Jangankan operasi plastik, GaGa bahkan menganjurkan fans untuk tak melakukan diet. Terkait tanduk di wajahnya, itu hanyalah aksesoris yang kini sudah tak dikenakan lagi.
  2. Lady GaGa Tidak Bermoral
    Entah dari mana asal persepsi yang menyatakan GaGa tidak bermoral. Satu hal yang pasti, dia adalah sosok yang sangat dikagumi karena perjuangannya melawan bullying. Selain itu, dia juga aktif memberdayakan kaum muda lewat Born This Way Foundation miliknya. Tak hanya itu, dia juga beberapa kali membantu korban bencana alam. Selain membantu korban gempa Haiti (2010) dan gempa Tohoku (2011) masih banyak lagi aktivitas sosial yang mungkin tak dipublikasikan.
  3. Lagu Yang Menyesatkan
    Lagu-lagu seperti Born This Way, Judas dan Alejandro seringkali menjadi sasaran empuk banyak pihak yang memutar balikkan arti di baliknya. Lagu Alejandro misalnya, banyak orang menganggap lagu tersebut sebagai berikut, Alejandro adalah Allah, Fernando adalah yesus, Roberto adalah roh suci. Faktanya, Alejandro adalah Alexander McQueen (alm), Fernando adalah Fernando Garibay dan Roberto adalah Rob (Roberto) Fusari. Semuanya adalah teman-teman GaGa. Alexander yang dalam bahasa Spanyol berarti Alejandro. Hal itu dijabarkan oleh salah satu Little Monster yang menulis di laman Lady GaGa Indonesia.

Berbagai kesalahan persepsi tersebut pada akhirnya menimbulkan fanatisme negatif yang berdampak kurang baik. Setelah membaca fakta-fakta tersebut di atas, tentunya Anda sendiri yang bisa menilai. Bagaimana?

Bagaimana Media Asing Menulis Kontroversi Lady GaGa di Indonesia?

Kapanlagi.com – Konser Lady GaGa yang sedianya dilangsungkan pada tanggal 3 Juni 2012 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) mendatang terancam gagal untuk digelar dikarenakan izin yang tak kunjung datang dari Kepolisian, serta protes dari ormas Front Pembela Islam atau FPI.

Kontroversi konser Lady GaGa ini tak hanya menyedot perhatian media Indonesia, namun juga media luar pun telah menulis tentang polemik yang terjadi. Lalu bagaimana media Internasional membahas tentang konser Lady GaGa di Indonesia ini?
1. Time

Kantor berita Time menulis tentang kemungkinan polisi Indonesia membatalkan konser ini dengan alasannya protes yang dilakukan organisasi Islam konservatif (FPI), yang menganggap konser ini bisa merusak moral generasi muda. Time fokus kepada aksi yang bakal dilakukan oleh FPI untuk menghentikan Lady GaGa, serta satu pernyataan yang dikemukakan ulama NU yang meminta kesadaran Lady GaGa untuk membatalkan sendiri konsernya.

2. MTV

MTV menulis bahwa konser Lady GaGa dengan 52,000 seat yang sudah sold out, terpaksa harus dicancel setelah protes yang dilakukan organisasi Islam garis keras. Mereka menyebut tentang kostum seksi Lady GaGa yang dipermasalahkan FPI.

3. Rolling Stone

Rolling Stone menulis tentang izin dari konser ini yang ditunda untuk diberikan. Selain membahas juga protes dari organisasi Islam, mereka juga menyebut konser GaGa di Korea Selatan pada bulan April silam sempat mengalami masalah yang sama karena diprotes umat Kristen yang menuntut konser tersebut hanya khusus orang dewasa.

4. Daily Mail

Lewat situs mereka dailymail.co.uk, media ini menulis bahwa konser Lady GaGa yang sudah sold out dan bakal menjadi show terbesar di Asia, tidak diizinkan untuk digelar karena adanya protes dari FPI. Mereka juga menulis satu grup ekstrimis semakin aktif beberapa tahun terakhir di Indonesia.
5. The Washington Post

Media ini menulis bahwa Lady GaGa terlalu seksi untuk Indonesia. Mereka lantas membahas bahwa izin konser ini masih ditunda karena dikhawatirkan bahwa konser ini bakal merusak moral generasi muda.

Selain itu masih banyak situs-situs lain yang juga membahas tentang isu pembatalan konser Lady GaGa seperti NME, Fanity Fair, Associated Press atau juga Yahoo Singapore. (kpl/sjw)

Ini Dia ‘Kultwit’ Dari Ahmad Dhani Soal Lady GaGa!

Kapanlagi.com – Pro kontra Lady GaGa rupanya sampai ke telinga musisi Ahmad Dhani. Menggunakan jejaring sosial twitter, pencipta lagu ini mengutarakan segala unek-uneknya.

Meski terbatas pada 140 karakter, hal tersebut tak membuat pentolan The Rock tersebut kehabisan akal. Dia membagi kultwit-nya atau kuliah twiter tersebut menjadi beberapa bagian.

Di bawah ini adalah rangkuman tweet yang ditulis oleh mantan suami Maia Estianty ini melalui akun twitter resminya @AHMADDHANIPRAST.

1. Menurut saya, calon penonton Lady GaGa berhak tersinggung karena dianggap imannya kurang, sampe-sampe gak boleh nonton show-nya.

2. Kalaupun ada aksi panggung GaGa nyembah api atau setan, sangatlah naif apabila ditakutkan pulang dari konser penonton ikut-ikutan.

3. Saya yakin 100% penonton Lady GaGa adalah orang-orang yang imannya kuat, apalagi ekonominya…

4. Untungnya saya tidak berniat nonton. Kalo sudah beli tiketnya, saya akan TERSINGGUNG BERAT merasa dihina keimanan saya.

5. Saya penggemar berat Freddie Mercury yang HOMO dan beragama Zoroaster. Saya tetap menggilai WANITA dan tetap beragama ISLAM.

6. Atau jangan-jangan 50% calon penonton Lady GaGa adalah non muslim. Kok yang ngelarang?

7. Kalo itu yang memfatwakan MUI, harusnya orang Islam saja yang tidak boleh Nonton. Konser Lady GaGa boleh dilihat oleh yang non muslim.

8. Apakah perasaan calon penonton Lady GaGa yang Non muslim tidak perlu dihargai?

Terakhir, sebagai penutup kultwit, Dhani menyarankan jika uang dari tiket konser GaGa sudah dikembalikan, silahkan beli tiket konser Mahakarya Ahmad Dhani dan Dewa 19.

Nah, demikian komentar dari Ahmad Dhani, bagaimana menurutmu? (kpl/twt/abs)

Beropini Soal Lady GaGa, Ratna Sarumpaet Jadi Trending Topic!

Kapanlagi.com – Debat FPI vs Lady GaGa yang ditayangkan TV One menyedot perhatian seluruh penonton tanah air. Mereka ketar-ketir terhadap hasil akhir nasib dari batal tidaknya konser Lady GaGa yang sudah ditunggu jutaan Little Monsters tersebut.

Selama jalannya acara, linimasa twitter dipenuhi oleh pro kontra penonton yang dipenuhi dengan pendapat individu. Dari banyaknya pendapat, muncul dukungan yang berpihak pada opini Ratna Sarumpaet.

Di mana saat beropini, Ratna dianggap begitu fasih, berpikiran terbuka bahkan secara berani menyinggung petinggi negara yang dianggap ‘kerja apa’ hingga kasus seperti Lady GaGa ini menjadi tak terkontrol.

Tak heran jika akhirnya nama Ratna Sarumpaet menjadi trending topic karena dianggap berani jujur meski mendapat komentar pedas dari orang-orang yang hadir dalam debat tersebut.
Di bawah ini argumen menarik dari Ratna Sarumpaet yang berhasil dikutip selama acara berlangsung:

“Yang zalim sebenarnya adalah SBY? Ke mana dia di tengah-tengah masalah bangsa saat ini.”

“Kepala negara kita ini ke mana? Kok jadi Rizieq sih yang lebih sering gue lihat di TV?”

“FPI itu seakan-akan menghina orang Indonesia.”

“Jangan hina bangsa sendiri. Emang abis nonton Lady GaGa nanti 50 ribu orang bakal kerasukan setan? Manusia juga punya sensor diri!”

“Setiap orang punya sensor moral sendiri. Gak usah ngatur moral orang lain!”

“Jangan menghina bangsa sendiri. Nonton Lady GaGa sekali terus besoknya kesetanan ya enggak kan?  Jangan mengada-ada.” (kpl/abs)
Dikutip dari : http://selebriti.kapanlagi.com/hollywood/l/lady_gaga/berita/

Ivan Gunawan: Lady Gaga Bisa Diajak Bicara Masalah Busana

JAKARTA – Konser Lady Gaga diwarnai penolakan oleh sebagian kalangan di Indonesia karena alasan busana yang digunakan sang diva cenderung buka-bukaan.

Desainer Ivan Gunawan sedikit memberikan angin sejuk di tengah pro kontra kedatangan si Mother Monster itu ke Jakarta.

“Dia kan punya gaya sendiri, saya yakin bisa diajak ngomonglah, kan dia kesini dibayar. Sama saja, artis indonesia tampil di Malaysia, pasti ada larangan-larangan, tapi kita bisa kok ikuti kan kita dibayar,” ucap Ivan saat ditemui di Jakarta, Rabu (16/5/2012)

Ivan sendiri mengakui keseksian Lady Gaga. Meski seksi, katanya, penyanyi bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu tidak terlihat vulgar dalam setiap penampilannya.

“Lady Gaga oke, tapi Lady Gaga seksi kan ya, keren, tapi enggak jorok. Beda sama orang Indonesia, pakai hot pants tetep jorok kan keliatannya,” pendapatnya.

Kata Ivan, jika dilihat dari sudut pandang berbeda, Gaga adalah penghibur yang baik dengan kostum panggung yang menawan.

“Tapi kalau konotasinya sudah bokep (porno) ya pastinya akan jorok, tapi dia dengan aksi panggung, suara, orang sudah enggak kepikiran kesitu,” kata dia. (tre)
Dikutip dari : http://music.okezone.com/read/2012/05/17/386/630975/ivan-gunawan-lady-gaga-bisa-diajak-bicara-masalah-busana

 Jadi, ya, saya mendukung konser Lady Gaga di Indonesia (walaupun nggak nonton).

BW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s