Seks Bebas


Barusan ngumpul bareng KP dan beberapa sahabat ternyata malah dapet kabar kalau salah satu teman lama kami sedang mengalami “musibah”. What musibah? Yah, kecelakaan. Lebih tepatnya sih hamil. Saya pribadi, sih, agak kaget mendengar kabar tersebut. Memang sudah sering mendengar kasus-kasus hamil di luar nikah, tapi benar-benar nggak kebayang kalau salah satu teman kami juga jadi korbannya. Oleh karena itu, saya ingin membahas tentang seks bebas ini.

Seperti yang kita semua tahu, saya rasa di era globalisasi seperti ini sudah tidak tabu lagi membicarakan seks, apalagi seks bebas. Zaman dulu membicarakan hal-hal yang berbau seks dan vulgar itu dianggap tabu, tidak sopan. Sekarang, sih, sudah biasa, jangankan hanya membicarakan, melakukan pun sudah biasa. Bahkan, beberapa orang ada yang menjadikan seks bebas sebagai gaya hidupnya.

Free seks sebagai gaya hidup, sih, saya tidak terlalu peduli. Itu hak orang tersebut lah. Paling tidak sebelum menjadikan seks bebas sebagai gaya hidupnya dia udah cukup umur (mudah-mudahan kelebihan malah) dan mengerti konsekuensinya.

Jangan menyalahkan era globalisasi ataupun budaya barat karena merajalela-nya seks bebas di negeri ini. Di negara mana pun seks bebas pasti ada. Bukan bermaksud membela budaya barat. Tapi alangkah bagusnya jika tahu bahwa seks bebas itu sejak dulu sudah ada di negeri ini. Kenapa tidak ada beritanya? Kenapa baru sekarang marak berita married by accident lah, aborsi lah, hamil di luar nikah lah? Karena dulu tidak terekspos! Nggak ada kan ceritanya orang hamil di luar nikah bangga? Hamil sebelum nikah kok bangga? Bangga karena sudah mencoreng nama keluarga atau bangga karena bisa menghasilkan keturunan walaupun anak haram?

Parahnya lagi banyak kasus seperti itu yang ternyata pelakunya masih di bawah 20 tahun. Kebanyakan ya anak-anak SMA. SMA! Tamat saja belum kok ya tega menghancurkan masa depan sendiri? Sudah sering, kan, mendengar kalimat, “masa depanmu/ masa depan kalian masih panjang”?

Anak SMA itu bukan anak SD lagi yang mesti dikasih tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Anak SMA sudah bisa berpikir. Berpikir kuliah, berpikir pacaran, menikah, dll.

Seks itu bukan hal yang bisa dicoba-coba. Seks dan rokok itu punya kesamaan, sama-sama bisa membuat kecanduan/ketagihan (addicted). Jadi sebelum melakukan hubungan seks pikirkanlah baik-baik. Pikirkan keluarga(orang tua, saudara), pikirkan masa depanmu. Tidak apa-apa jika memang ingin menghancurkan masa depan sendiri, tapi mengecewakan orang tua? Big NO.

Nggak boleh berhubungan seks berarti nggak boleh pacaran? Pacaran boleh. Siapa yang melarang? Kecuali orang tua kalian masing-masing. Yang penting itu bisa jaga diri. Pacaran sesuai batasan. Kalau baru pacaran saja sudah melakukan hubungan seks, seperti suami-istri itu keterlaluan. Statusnya saja “PACAR” tapi sudah berani berhubungan seks. Memangnya yakin 1000% dia bakal jadi istri/suami kamu??

Orang-orang yang pacaran biasanya bujuk pacarnya supaya mau berhubungan seks dengan kalimat seperti ini : Contoh :
“Kamu sayang nggak sama aku?”
“Sayang banget..”
“Kalau kamu sayang buktiin, dong.”
“Caranya?”
“%^@(%*%)*^#*&Q)(E* (sensor). Kalau kamu nggak mau berarti kamu nggak sayang sama aku.”

Bagian yang disensor itu kalimat yang sifatnya mengajak berhubungan seks. Saya nggak tahu kalimatnya gimana, pasti ada banyak versi. Contoh di atas kurang lebih seperti itulah bentuk kalimat/ucapannya.

Saran saya? Jangan mau!!! Sekalipun kalian dijanjikan akan dinikahi, JANGAN MAU! Pacar seperti apa yang memberikan pengaruh buruk kepada pacarnya?

Tapi kalau nggak mau dibilang nggak sayang? Sayang itu tulus! Datangnya dari hati. Sayang itu melindungi, bukan menjerumuskan! Sayang tidak harus dibuktikan melalui hubungan seks. Masih banyak kok cara yang lebih waras. Setia saja sudah menjadi bukti kamu menyayangi dia.

Buat cewek-cewek : Pikirin seribu kali sebelum melakukan seks bebas!! Bagaimana pun yang dirugikan itu tetap perempuan. Perempuan ketahuan masih perawan atau tidak. Dan lagi kalau sampai kebobolan terus hamil. Yang rugi juga perempuan, kan? Syukur-syukur kalau pacarmu mau tanggung jawab, kalau enggak?? Bye-bye bright future~~
Intinya, jaga diri baik-baik dan jangan mudah terpengaruh hal-hal negatif.

Buat cowok-cowok : Be a gentleman(pria sejati)! Berani berbuat harus berani bertanggung jawab (kalau sudah terlanjur menghamili pacar)! Kalau kalian memang benar sayang sama pacar kalian dengan tulus, jangan sekali-kali mengajak dia melakukan hal yang tidak baik, termasuk berhubungan seks. Sebaliknya, lindungi lah dia, bukan malah merusaknya.

Great woman is for great man, guys!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s