8 Mitos Dan Fakta Seputar Penyakit Menular Seksual

Penyakit Menular Seksual ( PMS) menjadi suatu hal yang dihindari siapa saja. Pengetahuan yang benar mengenai hal ini tentu saja dapat menyelamatkan Anda. Namun sayangnya, banyak mitos seputar PMS yang sebenarnya salah total namun diyakini orang banyak sebagai kebenaran. Bagaimana dengan Anda? Pastikan Anda tahu kebenaran fakta dari mitosmitos berikut ini.

Mitos #1: PMS tak akan terjadi pada pasangan yang melakukan hubungan intim tidak secara total sampai penetrasi. Hubungan intim hanya dilakukan dengan berciuman dan oral seks sekali-sekali.

Fakta: Penyakit karena hubungan seksual dapat menular baik melalui vagina, anal maupun oral seks. Apalagi jika ada luka terbuka yang tidak terlihat sedangkan pasangan Anda mengidap penyakit seksual, maka resiko tertular akan tetap ada. Meski frekuensi Anda ber cinta dengan pasangan terhitung jarang, namun tetap dapat tertular. Karena penyakit menular seksual tidak memandang sering tidaknya Anda ber cinta dengan pasangan!

Mitos #2: Penggunaan pil KB membuat saya kebal dari PMS.

Fakta: Pil KB hanya melindungi dari resiko kehamilan dan bukan PMS. Anda akan tetap tertular jika Anda melakukan hubungan seks meskipun mengunakan pil KB.

Mitos #3: Meskipun pasangan menderita herpes, pengaman tidak diperlukan sepanjang kita berhati-hati saat ber cinta. Seperti menghindari aktivitas ber cinta saat herpesnya sedang kambuh dan ada luka terbuka.

Fakta: Anda tetap bisa tertular meskipun herpesnya sedang tidak kambuh. Herpes yang sedang tidak kambuh sesungguhnya tetap ada di dalam tubuh dan sedang tertidur, bukan berarti penyakit itu tidak ada. Sangat penting bagi Anda untuk menggunakan pengaman saat ber hubungan dan sebaiknya pasangan berkonsultasi secara teratur kepada dokter spesialis untuk mengontrol herpesnya.

Mitos #4: Saya telah tertular penyakit seksual dan sudah ke dokter serta minum obat. Jadi tidak perlu lagi bagi saya untuk kontrol dan melakukan cek ulang.

Fakta: Memeriksakan diri ke dokter dan meminum obatnya sampai habis memang harus dilakukan. Namun memeriksakan kembali kondisi Anda setelah menghabiskan obat yang diberikan merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan. Meskipun Anda telah meminum obat sampai habis, infeksi bisa saja masih tetap ada dan bisa jadi Anda harus meneruskan pengobatan selama beberapa waktu. Satu-satunya cara untuk mengetahui infeksinya telah membaik ataupun penyakitnya telah sembuh adalah dengan mengecek ulang pada dokter kepercayaan Anda. Pastikan semuanya telah tuntas saat diperiksa ulang.

Mitos #5: Saya tidak mungkin punya penyakit menular seksual karena tidak ada gejalanya yang pernah muncul.

Fakta: Anda bisa saja memiliki penyakit menular seksual meskipun tidak ada gejala yang timbul. Gejalanya bisa saja tidak Anda sadari karena hanya terlihat seperti penyakit flu biasa atau gejala penyakit lainnya. Bila Anda aktif secara seksual, sangat penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan rutin.

Mitos #6: Saat mengalami keputihan vagina dan terasa gatal, tidak perlu untuk pergi menemui dokter karena keputihan dapat diobati sendiri dengan menggunakan obat yang dijual bebas untuk infeksi jamur vagina atau di toko-toko kesehatan.

Fakta: Keputihan pada vagina tidak selalu disebabkan oleh jamur, bisa jadi karena infeksi dalam vagina akibat bakteri atau hal yang lain. Yang pasti pengobatan bagi setiap penyakit itu berbeda – tergantung dari apa penyebabnya. Jangan obati sendiri jika Anda tidak yakin apa penyebabnya karena bisa jadi justru memperparah masalah yang Anda hadapi karena salah pengobatan.

Mitos #7: sepertinya saya terkena PMS tapi saya terlalu takut untuk ke dokter dan tidak perlu mengkuatirkan penyakit saya. Toh penyakit ini pasti akan sembuh jika saya ke apotik dan minum antibiotik atau obat apapun.

Fakta: Pemikiran seperti ini sangatlah fatal. Karena tidak semua penyakit seksual dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi antibiotik, apalagi bila obatnya tidak sesuai dengan penyakitnya. Bisa jadi Anda malah terkena komplikasi penyakit seksual yang lebih berat. Atau bisa jadi juga Anda baru berobat ketika penyakitnya telah parah dan lebih sulit untuk diobati. Jangan pernah takut ke dokter karena dokter telah terlatih untuk mengobati penyakit menular seksual. Memeriksakan diri ke dokter jauh lebih baik daripada mengobai sendiri, apalagi jika salah pengobatan.

Mitos #8: Karena saya hanya ber cinta dengan satu pasangan, jadi tidak perlu mengkuatirkan penyakit menular seksual.

Fakta: Hubungan monogami sangatlah baik, namun Anda perlu memastikan berapa banyak orang yang telah melakukan hubungan seks dengan pasangan sebelum dengan Anda. Salah satu cara untuk memastikan hal ini adalah dengan melakukan pemeriksaan penyakit menular seksual. Mengunakan kondom bisa saja mengurangi resiko penularan namun tidak mencegah Anda untuk terkena penyakit tersebut karena bisa saja kondisi yang tidak diharapkan terjadi meskipun Anda memakai kondom.

Semoga segala hal ini dapat membantu Anda agar tidak memiliki pengertian yang salah mengenai penyakit seksual menular.

Sumber : http://www.jawaban.com/index.php/relationship/detail/id/243/news/120710155240/limit/0/8-Mitos-Dan-Fakta-Seputar-Penyakit-Menular-Seksual.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s