Kenali Gejala Dehidrasi dan Cara Mengatasinya


VIVAlife –
Musim kemarau yang terjadi di pertengahan tahun umumnya menjadikan cuaca cenderung kering dan panas. Sinar matahari yang terik juga rentan memunculkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk dehidrasi.

Dehidrasi merupakan kekurangan cairan yang dialami tubuh. Dampaknya bisa ringan, berat, hingga yang terparah dapat memicu kematian. Empat kelompok yang berisiko mengalami dehidrasi, termasuk anak-anak, atlet, pekerja luar ruangan dan orang lanjut usia.

Ada beberapa tanda-tanda dehidrasi, menurut Presiden Asosiasi Medis Atletik AS, Dr. Noel D. Nequin seperti dikutip dari WomensHealth, yaitu:

1. Bibir dan lidah kering
2. Sakit kepala
3. Rasa lemah, pusing, atau kelelahan ekstrim
4. Warna urin menjadi lebih gelap daripada biasanya.
5. Rasa mual
6. Terjadi kram otot

Untuk mengatasinya, selalu hidrasi tubuh dengan minum cairan. Waktu terbaik untuk mengonsumsi cairan adalah sebelum merasa haus. “Saat merasa haus, berarti tubuh telah mengalami dehidrasi ringan,” katanya.

Dr Nequin menyarankan saat udara panas, lebih baik menjadwalkan waktu minum. Hindari minuman yang mengandung kafein atau alkohol saat di bawah sinar matahari atau panas. Alkohol dan kafein termasuk jenis minuman yang merangsang produksi urin yang meningkatkan dehidrasi. “Minuman terbaik adalah air minum, atau minuman olahraga yang mengandung elektrolit dan energi untuk kerja otot,” katanya.

Ditambahkan, orang dewasa membutuhkan 17-20 ons cairan sebelum melakukan aktivitas, serta 7-10 ons cairan setiap 10-20 menit sekali selama aktivitas. “Anda membutuhkan 24 ons cairan dalam dua jam pertama setelah aktivitas di luar ruangan,” katanya. Untuk anak, berikan 4-8 ons cairan sebelum memulai kegiatan outdoor, dan 5 sampai 9 ons setiap 20 menit selama berada di luar.

Ada beberapa tips lainnya mengusir dehidrasi:

1.Selalu memakai pakaian berwarna terang dan longgar.
2. Setiap kali ada kesempatan, istirahat di tempat teduh
3. Bila seseorang yang mengalami dehidrasi hilang kesadaran, segera hubungi tim medis untuk penanganan lanjutan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s