Kapal Karam Terkenal

BAGAIMANA KAPAL BISA KARAM?
Ada banyak hal yang menyebabkan kapal hilang di tengah lautan. Cuaca buruk dan objek yang mencuat dari bawah permukaan laut seperti karang, atau tersesat di tengah kabut, biasanya menjadi penyebab yang umum terjadi. Penyebab lainnya adalah kapal yang tertembak dan tenggelam dalam peperangan, perompak, scuttling-atau menenggelamkan kapal dengan membuat lubang-lubang di bawah kapal, kebakaran, dan kesalahan navigasi.

Ajaib dan Aneh
Penyebab lain yang jarang terjadi adalah, mulai dari kecerobohan kecil, hingga penyebab yang sangat aneh. Pada tahun 1545, kapal pemimpin Inggris, Mary Rose, terbalik dan tenggelam, dalam perjalanan menuju medan perang. Para awak yang belum berpengalaman telah membiarkan lubang senjata di bagian kiri kapal terbuka. Jadi ketika kapal miring untuk berubah haluan, air laut memasuki kapal melalui lubang senjata saat kapal berada di bawah garis permukaan air.
Yang mengejutkan, kadang kapal bisa karam di daratan. Tahun 1883, ombak raksasa yang dihasilkan dari letusan pulau vulkanik Krakatau, melemparkan kapal uap Berouw sejauh 1,6 km ke daratan dan 9 meter di atas permukaan air laut.
Es dapat menjadi penyebab maut karamnya kapal karena sebagian besar es berada di dalam laut, sehingga tidak kelihatan. Tahun 1912, Titanic menghantam gunung es dan tenggelam dalam waktu 3 jam. Tahun 1915, Endurance dalam ekspedisi ke Antarktika, hancur karena terperangkap di tengah-tengah hamparan es di Weddel Sea, Antarktika. Pemimpin ekspedisi, Shackleton, dengan berani pergi menaiki perahu kecil untuk mencari bantuan, semua awaknya berhasil diselamatkan.
Penyebab paling dahsyat terjadi pada kapal penangkap paus Nantucket, bernama Essex. Kapal ini pecah berkeping-keping pada tahun 1820 dan tenggelam setelah diserang oleh paus besar seberat 80 ton, pada jarak 2.000 mil dari lepas pantai barat Amerika Selatan.

Pesisir yang dipenuhi karang, dengan ombak yang sangat kuat, sangat berbahaya bagi kapal-kapal selama era pelayaran. Penduduk yang tinggal di tempat-tempat ini bergantung pada kapal karam sebagai sumber penghasilan. Mereka mengumpulkan barang-barang yang hanyut ke pantai. Mereka disebut wrecker.

TEKNOLOGI SELAM
Zaman Dulu
Pada abad ke-16, para penyelam mulai mengeksplorasi dasar laut, setelah ditemukannya lonceng selam kedap air. Tak lama kemudian, pakaian selam kulit, dengan udara yang dipompa melalui selang, dapat digunakan di kedalaman 18 meter. Mulai tahun 1830, pakaian selam kedap air menjadikan para penyelam dapat bekerja dengan aman.

Tekanan
Menyelam ke kedalaman yang lebih jauh sudha tidak menjadi masalah, sejak ditemukannya akualung pada tahun 1943. Untuk menyelam sangat dalam, di mana tekanan air dapat menghancurkan tubuh manusia, digunakan kapal dan pakaian selam khusus. Dengan ini, para ilmuwan bisa menyelam hingga kedalaman 4.200 meter.

Pakaian selam dengan udara yang dipompa masuk melalui pipa-pipa dari permukaan air, digantikan oleh akualung. Desainnya dikembangkan dan diciptakan oleh SCUBA (Self-Contained Underwater Breathing Apparatus).

Pakaian selam melindungi penyelam dari tekanan air laut pada kedalaman 600 meter atau lebih.

Tahun 1985, Robert Ballard menggunakan kapal selam, untuk mengunjungi bangkai kapal Titanic yang berada di kedalaman 3.800 meter.

Kapal selam dengan alat kendali jarak jauh (remote control) yang dilengkapi lampu dan kamera, seperti MIR, menyelidiki bangkai kapal tanpa mempertaruhkan nyawa manusia.

PENGANGKATAN MARY ROSE
19 Juli 1545 kapal pemimpin Mary Rose memimpin armada Inggris untuk menyerang armada Prancis di terusan Inggris dari pelabuhan PORTSMOUTH, Inggris. Raja Inggris Henry VIII menonton dari pantai. Armada Perancis terdiri dari 200 kapal melawan Angkatan Laut  Inggris berjumlah yang 80 kapal.
Kapal berumur 34 tahun itu menembakkan meriam dari sisi kapal, kemudian memutar dan mengarahkan meriam lain ke musuh. Saat kapal memutar angin mengambil alih, kapal menjadi miring dan ternyata lubang senjata belum ditutup sehingga air laut dengan cepat memenuhi lambung kapal. Malangnya kesempatan untuk kabur kecil sekali dikarenakan dek ditutupi dengan jala antimendarat.
423 tahun kemudian penyelam Alexander McKee sedang meneliti pecahan kapal di terusan dan menemukan bentuk aneh yang tertutup lumpur di dasar laut.
“Jika Anda memperhatikan peta lokasi penemuan senjata dan potongan kayu pada tahun 1836 bisa Anda lihat, lokasinya sangat mirip. Sekarang, perhatikan bentuk itu, ujung-ujungnya lebih sempit daripada bagian tengahnya. AHA! Pasti itu kapal yang terkubur. Mungkin kapal Tudor seberat 700 ton.”
Mei 1971 seorang penyelam yang sedang menyelam menemukan rangka kayu Mary Rose.
Maret 1979, seorang arkeolog, DR.MARGARET RULE , menyatakan, “Ini adalah Mary Rose, setengah bagian kapal itu terjaga dengan baik, penuh barang-barang. Sebuah peninggalan luar biasa dari masa lampau.” Akhirnya diputuskan untuk mengangkat benda raksasa itu.
Tahun 1982 semua peralatan sudah disiapkan. Semuanya berjalan sesuai rencana, dan pada tanggal 11 Oktober, Mary Rose muncul ke permukaan. Bangkai kapal itu ditaruh di dok yang kering, dan penyangga didirikan di sekelilingnya. Pengangkatan ini disaksikan lebih dari 60 juta pemirsa TV di seluruh dunia.
Mary Rose bisa dijumpai di Portsmouth, Inggris, dan disimpan di sana selamanya. Elbih dari 22.000 objek ditemukan di lokasi, termasuk alat kedokteran, epralatan masak, dan pakaian. Artefak-artefak ini memberikan informasi yang sangat berharga tentang permulaan masa modern.

TITANIC
Tahun 1985, ilmuwan Dr. Robert Ballard menemukan lokasi bangkai kapal Titanic, kapal pesiar megah yang tenggelam di samudera Atlantik tahun 1912. Setahun kemudian, ia kembali untuk mengeksplorasi kapal itu lebih lanjut. Kapal selam Dr. Robert, yang bernama Alvin dirakit secara khusus untuk bekerja di kedalaman 3,2 km di bawah laut. Ballard dibantu oleh pilot Ralph Hollis dan copilot Dudly Foster.

Minggu, 14 April 1912, 17:40. Perjalanan pertama Titanic.
Edward John Smith adalah kapten kapal Titanic.
“….Tapi Kapten Smith, Anda yakin kapal ini anti tenggelam?”
“Meskipun terbelah dua, patahan kapal akan mengapung selama berhari-hari! Sama sekali tak terpikir olehku ada bencana yang akan menimpa Titanic. Kapal modern kalah canggih dari Titanic!” tegas Kapten Smith.
Di anjungan kapal
James Moody (kapten 6 Titanic) memberitahu William Murdoch (kapten pertama Titanic) bahwa ia  telah memerintahkan pengamat kapal untuk waspada terhadap growler (gunung es kecil).
Pukul 23:00 pengawas kapal yang menyadari ada gunung es tepat di depan kapal Titanic segera menghubungi anjungan. Kapten memerintahkan untuk membelokkan sisi  kanan kapal dan menghubungi ruang mesin agar mundur dengan kecepatan penuh. Tapi karena jarak gunung es tersebut terlalu dekat, sisi kanan kapal menyerempet gunung es itu.
Kapten empat Boxall yang diperintahkan kapten untuk memeriksa bagian depan mendapati bahwa ruang surat di dek bawah sudah penuh dengan air. Ia juga menjelaskan kepada kapten bahwa air sudah masuk ke lima kompartemen pertama, juga ke ruang pemanas 6.
Thomas Andrews, desainer kapal yang ikut mengawasi perjalanan tersebut juga memberitahu kapten bahwa kapal tidak akan bisa mengapung jika lebih dari dua kompartemen kebanjiran. Diketahui kapal Titanic memiliki 16 kompartemen kedap air.
“Berat air akan menariknya, membuat kompartemen lain terangkat satu demi satu, dan akhirnya kapal akan tenggelam.”
“Berapa banyak waktu yang kita punya?” tanya Kapten.
“1,5 jam. Paling lama 2 jam.”
00:15
Semua penumpang sudah mulai berkumpul di dek dan sedang memakai alat penyelamat. Wanita dan anak-anak didahulukan untuk naik ke perahu. Perahu-perahu sebelumnya hanya terisi separuh, tapi perahu penyelamat 11 penuh sesak. Kapal Titanic mulai miring dan terbelah dua. Perlahan kapal pesiar itu pun tenggelam.
Dari 2.208 penumpang, hanya 172 orang yang bertahan hidup, mengingat laut Atlantik merupakan salah satu laut dingin. Tenggelamnya Titanic merupakan pukulan besar terhadap zaman yang mengandalkan teknologi atas alam.
Sejak ditemukan, Titanic telah banyak dikunjungi ekspedisi lain, dan ekspedisi selanjutnya masih terus direncanakan.

TENGGELAMNYA BISMARCK
                Kapal perang Jerman Bismarck, kapal perang paling hebat yang pernah dibuat, telah meninggalkan pangkalannya di Kiel. Kapten kapal, Ernst Lindemann, yang akan memimpin armada penyerang Atlantik di bawah perintah Laksamana Gunther Lutjens.
                Misi mereka adalah menyerang kapal kargo yang mengangkut suplai bagi Amerika dan Inggris. Angkatan Laut Inggris di bawah perintah “TENGGELAMKAN BISMARCK” akan melakukan apa saja untuk menemukan kapal itu.
21 Mei 1941,
“Jadi, jika kapal kedua yang bersama Bismarck adalah kapal Cruiser Prinz Eugen ….”
Sir John Tovey, panglima tertinggi armada perang Inggris memerintahkan agar mengirim kapal Cruiser Suffolk dan Norfolk untuk berpatroli di titik pelantasan.
“….Kita akan mengirim kapal Cruiser kita Suffolk dan Norfolk untuk berpatroli di titik pelantasan. Jika kita bisa mendeteksi musuh sejak awal, kita punya waktu untuk memasukkan kapal-kapal perang terbesar kita ke area tersebut.”
24 Mei, 05:45, kapal Hood melaporkan melihat satu kapal perang dan satu kapal Cruiser. Laksamana muda Lancelot Holland adalah kapten kapal Cruiser H.M.S. Hood. Hood melaju dengan kencang. Sebelum Bismarck ada, Hood adalah kapal perang terbesar.
Bismarck dan Priz Eugen menargetkan Hood. Bismarck mengaktifkan senjata 38 MM nya. Peluru Jerman meluncur ke dek Hood yang lemah dan tepat mengenai bagian tengah kapal. Dalam waktu kurang dari 3 menit Hood pun hancur dan tenggelam. Hood tenggelam, 1.416 awak hilang, hanya 3 orang yang selamat.
Kapal perang Flagship King George V,
“Norfolk dan Suffolk sudah bergabung dengan Prince of Wales. Mereka membuntuti Biszmarck dari jauh. Sementara itu, kita menutup dari Tenggara, dan armada H* datang dari Gibraltar. Jadi, kita tidak tahu siapa yang lebih dulu bertemu musuh.
*kapal perang induk Ark Royal, serta kapal perang Renown dan Sheffield.
25 Mei, 12:00
Karena kerusakan yang terjadi, Bismarck diperintahkan menuju pelabuhan Prancis dan sudah mengetahui bahwa kekuatan musuh akan berkumpul dan berusaha menghentikan mereka.
“Jerman bersama kalian! Kami akan terus menembak hingga laras senjata terbakar dan peluru terakhir dilepaskan. Mulai sekarang hanya ada kemungkinan: MENANG ATAU MATI!”
26 Mei, 19:15, kapal pengangkut Ark Royal, sejumlah pesawat diterbangkan dengan misi memperlambat Bismarck.
Pukul 20:47 torpedo dijatuhkan. “Ikan kaleng” itu bukan senjata paling akurat. Satu dari sejuta tembakan. Suffolk melaporkan sudah berhasil merusak gigi kemudi Bismarck, kapal itu berputa-putar.
Tanggal 27 Mei, 20:43 kapal perang Rodney melihat Bismarck, jarak 12 mil. Rodney menembak. Dengan kecepatan 7 knot, Bismarck seperti siput di mata Inggris. Inggris menembak.
Pukul 22:16 Bismarck masih terlihat bergerak dan benderanya masih berkibar. Baru pada pukul 22:38 Bismarck terbalik. Dari 2.065 awak, hanya 115 orang yang selamat. Selama 48 tahun pecahan kapalnya tidak ditemukan, dan Bismarck pun menjadi legenda,
Pada tahun 2002, produser film James Cameron memfilmkan Bismarck dan melakukan investigasi untuk membuktikan apakah benar kapal itu ditenggelamkan oleh awaknya sendiri.

ARKEOLOGI BAWAH LAUT
Mencari Bangkai Kapal
Biasanya bukti historis seperti catatan saksi mata emmberikan gagasan kasar tentang kemungkinan letak bangkai kapal. Setelah berada di dekat lokasi karamnya kapal, para pemburu kapal karam menggunakan alat pendeteksi jarak jauh untuk mendeteksi objek tanpa perlu masuk ke dalam laut.
Magnometer mampu mendeteksi benda-benda yang terbuat dari besi seperti paku dan jangkar, meskipun terkubur sedimen. Tidak seperti sonar biasa, yang mampu memindai dasar laut dari atas, sonar pemindai-samping mengirimkan citra yang sangat nyata. Alat pembuat profil sub-dasar laut memampukan pengamat melihat di bawah sedimen dan medeteksi objek nonlogam yang terkubur sepenuhnya.

Mencatat dan Merawat
Setelah bangkai kapal ditemukan, perlu dilakukan pencatatan yang cermat oleh penyelam atau kapal selam bawah laut. Jaring-jaring kawat atau tabung logam dibangun di atas bangkai kapal, lalu benda-benda temuan di foto dan diambil gambarnya sebelum dikumpulkan. Pemindahan objek dari dasar laut, yang tampaknya terjaga dengan baik, dapat menimbulkan reaksi yang bisa merusak benda-benda itu, ketika terkena udara. Setelah diambil dari lokasi, benda-benda itu harus langsung dibawa ke laboratorium agar mendapatkan perawatan yang tepat.

Alat penarik sonar pemindai-samping mengirim data kembali ke komputer kapal. Sonar pemindai samping mampu menghasilkan gambar bangkai kapal yang sangat jelas.

Para penyelam membuat catatan mendetail bangkai kapal sebelum memindahkan benda apa pun yang berada di sana.

Kadang kala, sedimen harus disingkirkan dari bangkai kapal yang terkubur menggunakan tabung yang dihubungkan dengan pompa penyedot.

DAFTAR ISTILAH
Antarktika Sebuah benua yang mengelilingi Kutub Selatan, yang seluruhnya tertutup es.
Arkeologi Ilmu yang mempelajari tentang sejarah manusia dan zaman prasejarah dengan cara menggali situs-situs yang mengandung sisa-sisa peninggalan masa lalu.
Artefak Benda buatan manusia yang memiliki nilai historis.
Kompartemen Bagian dari kapal yang letaknya terpisah.
Lonceng selam Tong dengan dasar terbuka atau bejana berbentuk lonceng yang kedap air. Para penyelam dapat bernapas di dalamnya saat berada di bawah permukaan laut. Lonceng selam model berikutnya memiliki selang untuk memompa udara ke bawah dari perahu yang berada di atas permukaan air.
Ekspedisi Sebuah perjalanan yang memiliki tujuan, biasanya untuk eksplorasi atau bersifat ilmiah.
Lubang senjata Lubang di sisi kapal tempat senjata ditembakkan. Lubang ini memiliki penutup yang rapat agar tidak kemasukan air.
Hamparan es Kepingan es yang mencakup area yang sangat luas, yang bersatu dan menciptakan hamparan es besar yang memgapung.
Ironclad Kapal perang abad ke-19 yang terbuat dari besi atau dari kayu yang dilapisi lempengan besi.
Kesalahan navigasi Kesalahan yang dibuat karena mengemudikan kapal ke arah yang salah.
Merawat Menjaga kondisi suatu benda agar seperti apa adanya.
Kendali jarak-jauh Mengendalikan sesuatu, seperti kapal selam, dari kejauhan menggunakan sinyal-sinyal elektronik seperti gelombang radio.
Sedimen Lapisan materi lembut yang tebalnya bisa mencapai beberapa meter, yang telah tenggelam ke dasar laut.
Sonar Alat yang digunakan untuk “melihat” benda-benda di bawah laut dengan cara mengirimkan sinyal bunyi dan mengukur kembalinya. Sonar merupakan kependekan dari Sound (bunyi), Navigation (Navigasi), dan Ranging (Pengukuran jarak).
Kapal selam Kapal kecil yang dirancang untuk mengeksplorasi bawah laut.
Sumber :
Jeffrey, Garry. 2008. Graphic Discovery Spectacular Shipwrecks. New York: The Rosen Publishing Group, Inc.

logo BW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s