Sepenggal Surat dari Seorang Eccedentesiast

old-letter

Sebenarnya aku benci mengaku,
Aku benci jujur bahwa aku merasa sendiri.
Merasakan kesepian yang tak pernah berakhir.

Seperti terus ada dalam kisah cinta mereka yang tak pernah kumiliki satu pun.
Selalu ada dalam bahagia mereka, yang sekalipun tak pernah dapat aku rasa.

Kadang aku iri,
Kadang aku benci,
Kadang aku sakit.

Mengapa bahagia itu hanya milik mereka?
Mengapa cinta itu hanya dirasa mereka?

Aku benci menyadari bahwa aku sendirian.
Aku benci menyadari aku tak pernah benar-benar bahagia.

 

*Judul asli : Sepenggal Surat dari Pemalsu Senyum*

By : Lyana Lie

 

logo BW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s