Untold Me

alone-sad-girl-waiting-someone-broken-heart
Akhir akhir ini hariku buruk,  semua berantakan
Kuliah ku yang terbengkalai
Ekonomi yang mencekik
Rekan kerja yang tidak sepemikiran
Pertanyaan soal pendamping masa depan yang muncul lebih sering dari notifikasi pesan di ponselku
Ahh..
Dan rasa kesepian

Padahal aku punya banyak teman
Tapi kenapa aku merasa sepi?
Ntah laah
Akhir akhir ini,  ketidaksukaan ku pada lelaki semakin besar,  aku semakin merasa aku tidak ditakdirkan bahagia
Aku tidak memprotes Tuhan,  aku hanya merutuki diri sendiri
Mungkin aku belum pantas untuk di cintai
Pernah aku berfikir,  mungkin aku menyukai wanita
Oleh karena itu aku tak mampu mempercayai lelaki
Tapi,  aku salah
Rasa ku untuk selalu ada dan melindungi mereka,  para kaum wanita karena aku melihat mereka mereflesikan aku.
Mungkin aku hanya melihat mereka sebagai cerminan dariku. Sosok sosok yang harus berjuang sendiri,  melawan egoisnya kehidupan.
Aku terbiasa berpura pura kuat
Bertingkah seolah aku bisa melakukannya sendiri
Aku bisa hidup sendiri
Nyatanya?
Tidak…
Aku hanya membungkus hatiku yang rapuh di balik keangkuhanku terhadap lelaki
Karena aku ingin,  ada seseorang yang cukup gila untuk menerobosnya
Lalu memeluk serpihan hatiku erat
Hingga pecahan pecahan itu kembali merekat
Dan aku hanya bisa menunggu
Karena aku terlalu keras kepala untuk mengaku
Bahwa aku butuh seseorang
Bahwa kepura puraan ku ini melelahkan
Aku butuh seseorang
Seseorang yang mengenggam erat tanganku melewati semua hal..
Dan menyakinkanku,  aku bisa mempercayainya
By : Lyana Lie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s