Percakapan dengan Teman Lama

Aku berdiri di ujung jurang.
Memandang ke setiap penjuru,
berharap menemukan ada satu tempat yang mengurungkan niatku untuk menjatuhkan diri.
Tapi semua terlihat sama.
Gelap.

Aku sudah mengangkat kakiku tatkala dia mengajakku berbicara.
Teman lama yang sudah lama tak kuajak bicara.

“Sudah yakin?” ia tersenyum simpul. “Aku sudah pernah sepertimu..” ia duduk tepat di sampingku.

“Lalu kenapa kau masih di sini?”

Ia menatapku sejenak, “Duduklah.”

Aku menghela napas berat lalu duduk di sampingnya.

“Ceritakan padaku.”

“Aku.. Berkali-kali aku percaya pada hidup dan berkali-kali juga ia mengkhianatiku.”

Akira, teman lamaku itu tertawa kecil. “Kau ditempa pakai kendala agar tidak manja. Kelak saat kau ada kendala, kau akan tetap (ber)jalan. Karena kau sudah pernah di posisi itu. Sedangkan mereka belum tentu bisa (ber)tahan.”

Dia berdiri lalu mulai berjalan menjauh namun dia berbalik dan kembali berujar, “Don’t give a shit about them. Mereka bukan orang yang bisa hidup di posisimu. Kalau mereka ditaruh jadi kau, mungkin sudah mati dari lama. Karena nggak semua orang mampu dikasih beban berat. Kau bisa (diberi beban berat). Artinya, kau akan lewati ini.”

Dan sekali lagi, teman lamaku itu kembali membuat aku menjauh dari jurang itu, bersiap untuk berjuang lagi.
Thank you!

By : Lyana Lie
02-11-2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s